Tag Archives: UNIMUS

Pentingnya Pendidikan Karakter Melalui Penguatan Mentoring AIK

Semarang | 7 Desember 2019, sebanyak 121 Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) ikuti kegiatan Penguatan Mentoring Al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK) di ruang 408, Gedung NRC FIKKES Unimus. Dihadiri oleh Wakil Rektor I (Dr. Budi Santosa, M.Kes.Med.) Kepala (Rohmad Suprapto, S.Ag., M.Ag.) dan Dosen Lembaga Studi Islam dan Kemuhammadiyahan “LSIK” dengan narasumber Dr. Robby Habiba Abror, S.Ag., M.Hum. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan penguatan kompetensi para mentor AIK dalam memberikan pembelajaran kepada mahasiswa baru yang bertujuan untuk menguatankan pendidikan karakter melalui studi Islam Kemuhammadiyahan. Kegiatan yang sudah dilaksanakan sejak tahun 2011 tersebut terus mengalami peningkatan dan perbaikan yang semakin maju dalam sistem mentor yang dilaksanakan secara manual maupun sistem yang mengandalkan teknologi sebagai sarana monitoring untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Dengan mengangkat tema Transformasi Nilai Keadaban dan kemajuan, kegiatan penguatan mentoring AIK tersebut diadakan guna untuk mengevaluasi sejauh mana tercapainnya tujuan yang diharapkan melalui beberapa tahapan yang telah dilaksanakan selama 8 kali pertemuan setelah dilaksanakannya kegiatan pembukaan kegiatan mentoring yang ditujukan kepada mahasiswa baru, guna untuk memberikan pengetahuan dan pembelajaran akan pentingnya ilmu keagamaan khususnya Islam kemuhammadiyahan dijaman yang sudah maju dan modern seperti saat ini. Untuk mengetahui pasti tingkat ketercapaian kegiatan mentoring yang telah dilaksankaan, para mentor dipertemukan degan Dosen payung yang berasal dari beberapa Prodi yang ada di lingkungan Unimus di luar dosen AIK, yang kemudian akan disosialisakan kepada mentor tentang standart penilaian akhir yang sesuai dengan aturan yang telah diterapkan, yang nantinya akan diterima oleh mahasiswa baru yang telah melaksanakan kegiatan metoring dengan panduan para mentor yang berasal dari mahasiswa tingkat atas. Wakil rektor I dalam kesempatan tersebut menyampaikan sekaligus membuka acara bahwa Unimus sebagai kampus yang bernaung di muhammadiyah memiliki visi universitas yang unggul, berkarakter, berbasis teknologi, dan berwawasan internasioanl. Dengan diadakannya kegiatan mentoring dan penguatan mentoring tersebut sudah merupakan salah satu kegiatan yang mencakup salah satu visi dari Universitas yaitu berkarakter, atau menghasilkan mahasiswa yang memiliki karakter dibanding mahasiswa dari Universitas – Universitas lain yang ada dengan adanya pengetahuan akan Keislaman dan kemuhammadiyahan, yang nantinya bisa menghasilkan lulusan yang memiliki keunggulan tersendiri dengan memiliki karakter yang kuat, bukan hanya teori umum dan profesi yang didapatkan oleh mahasiswa tapi juga Ilmu Pengetahuan yang berkarakter yang bisa menjadikan lulusan Unimus berbeda dari Kampus lain. Selain itu Wakil Rektor I juga menyampaikan bahwa pendidikan karakter merupakan hal yang sangat penting yang harus diberikan kepada semua mahasiswa baik itu mahasiswa baru maupun tingkat atas dengan pembelajaran yang bukan hanya teori saja tapi juga praktek, sehinga dalam penyampaiannya mahasiswa mengerti apa yang diamati dan harus dilaksanakan dan dikerjakan baik selama kegiatan peruliahan maupun kegiatan sehari – hari  yang tentunya bertumpu pada pendidikan Aqidah yang diberikan selama pembelajaran AIK atau Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Harapan dari diadakannya penguatan metoring tersebut adalah bisa menjadi mentor bisa diandalkan karena merupakan ujung tombak dari penguatajn pendidikan karakter Islam Kemuhammadiyahan, dengan beberapa kendala yang harus dihadapi dan diselesaikan dengan mencari solusi yang sesuai. Selian itu menjadi mentor yang baik adalah hal yang sangat penting untuk dimiliki dan diamalkan demi tercapainya tujuan yang diharapkan.

TAHLIL DAN TAHLILAN

TAHLIL DAN TAHLILAN

I. Pengertian-Pengertian Dasar
Tahlil belum tentu tahlilan, tetapi dalam tahlilan pasti ada bacaan tahlil. Tahlil adalah nama lafal essensi tauhid laa ilaaha illa-llaah (tidak ada Tuhan selain Allah). Tahlilan adalah seperangkat formula yang terdiri atas sejumlah kalimah thayyibah, surat-surat pendek, ayat-ayat, atau bahkan potongan-potongan ayat Alqur’an yang dibaca baik secara individual maupun komunal (sendiri-sendiri atau berjamaah/koor), didasari keyakinan bahwa membacanya memperoleh pahala dari Allah swt. Pahalanya dikirimkan untuk orang yang sudah mati atau masih hidup tetapi diperlakukan seperti orang yang sudah mati, umpama seorang yang sedang haji ditahlili sejak hari pemberangkatannya hingga hari ke tujuh setelah itu tiap malam Jumat hingga yang haji kembali ke rumah dengan selamat
Yang dimaksud dengan kalimah thayyibah secara literal adalah kalimat-kalimat yang baik, berasal dari Alqur’an, seperti surat Ikhlas, al-muta’wwizatain, dan ayat kursi; al-Hadis seperti tahlil, tahmid, takbir, tasbih hauqalah, Shalawat, maupun rumusan ulama, seperti hadlrah, tawasul, hadiyyah, dan doa (bisa dari Rasulullah maupun dari ulama).