300 Mahasiswi Baru Unimus Masuk Pesantren

Serah Terima Mahasantri Unimus 2017

Serah Terima Mahasantri Unimus 2017

Sekitar 300 mahasantri (mahasiswi) baru Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) menjalani masa sebagai santri perempuan ponpes KH Sahlan Rosjidi di rusunawa kampus Unimus kawasan Kedungmundu. Selama setahun mereka akan menempati ponpes dengan mendapatkan pendidikan karakter dan keagamaan.

Rektor Unimus Prof Dr H Masrukhi MPd didampingi Direktur Ponpes KH Sahlan Rosjidi Rohmat Soeprapto SAg MSi, Wakil Rektor III Drs Samsudi Rahardjo MM MT dan WR II Dr Sri Rejeki MKep SpMat menerima 300 mahasantri dari para orang tua lewat acara  ‘Welcome Speech’ di ponpes tersebut.

Para santri selama setahun akan dididik 4 kompetensi meliputi kepemimpinan, keagamaan (mengaji Alquran dan menghafat surat surat pendek), kepribadian (akhlakul karimah), dan kebahasaan (bahasa Arab dan Inggris). Karena kapasitas ponpes, tidak semua mahasiswi baru Unimus tahun 2017 ini bisa masuk ponpes, hanya 300 an dari semua mahasiswa baru yang bisa menempati ponpes. Masa ponpes mereka berakhir dan akan digantikan mahasiswa baru tahun depan.

Rektor berharap para santi yang juga mahasiswi baru ini bisa mendapat pendidikan, pengajaran dan mengamalkan nilai-nilai Islam seperti yang diajarkan di ponpes. Lewat ponpes akan dihasilkan cendekiawan dan kader bangsa unggul. Selain secara resmi para mahasantri masuk ponpes, secara resmi pula ponpes yang menempati rusunawa Unimus ini menerima surat ijin operasional sebagai ponpes dari Kemenag Kota Semarang. (KR)

2 Responses to 300 Mahasiswi Baru Unimus Masuk Pesantren

  1. nanoo says:

    We are a group of volunteers and starting a new scheme in our community. Your site offered us with valuable info to work on. You have done an impressive job and our entire community will be thankful to you.|

  2. 360 frontal says:

    Admirablement reu 360 frontal https://www.youtube.com/watch?v=ny8rUpI_98I impeccable rien à redire …..agréable puis envoin rapide 100%

Leave a Reply

Your email address will not be published.