Sebagian Hartaku milik Fakir Miskin dan Anak Yatim

Sebagian Hartaku milik Fakir Miskin dan Anak Yatim

Ada sebuah cerita menarik dari seorang dosen UGM sebut saja Bapak Pujo. Beberapa tahun ini keluarga Bapak Pujo, ia selalu mencari anak-anak yatim atau keluarga kurang mampu di sekitar tempat tinggalnya. Mereka meminta ibu mertua saya untuk mendapatkan beberapa orang yang akan mereka bantu, dengan sedikit rezeki yang didapatkannya. Katanya, “Bu, saya ada sedikit rezeki, tolong saya dicarikan anak-anak yatim yang kurang mampu. Saya ingin memberikan biaya sekolah padanya. Tetapi Bu, jangan bilang kalau pemberian ini dari saya, ya !”

Alhasil, ada seorang anak yatim masih duduk di sekolah dasar, ayahnya sudah meninggal dan ibunya seorang buruh cucian. Rencananya, Bapak Pujo akan membantu melunasi biaya sekolah anaknya.

Suatu ketika ibu mertua saya memberikan amplop yang berisi sejumlah uang, kemudian terdengar ucap syukur tiada henti dari ibu pencuci ini, “Alhamdulillah ternyata masih ada orang yang peduli sama keluarga saya.”

“Lalu orang yang menolong saya ini, siapa Bu?” tanyanya penasaran. “Pokoknya ada orang yang membantumu,” jawab ibu mertua saya.

Alasan, kenapa keluarga Bapak Pujo tidak mau mengungkapkan identitasnya, karena merkea tidak ingin orang yang telah dibantunya berkunjung, sambil membawa sesuatu sebagai tanda terima kasih. Bukankah kebiasaan seperti ini sudah membudaya di masyarakat kita. Selain itu, mereka juga tidak ingin menjadi bahan pembicaraan tetangga yang lain.

Tetapi setelah sekian lama ibu buruh pencuci pakaian itu mengetahui bahwa keluarga Bapak Pujo lah yang membantunya. Maka mereka pun datang ke rumahnya. “Bapak Pujo, ternyata selama ini keluarga Bapaklah yang mencukupi kebutuhan sekolah anak saya, kami mengucapkan banyak terima kasih, “katanya. “O, semua itu pemberian dari Allah SWT, saya hanya sebagai perantara dan rezeki itu memang sebagian milik anak-anak yatim dan fakir miskin. Jadi bersyukurlah kepada Allah SWT” katanya.

Keluarga Bapak pujo sadar akan sebuah hadits yang menyebutkan bahwa di hari kiamat, ada beberapa orang yang akan bangkit dari kubur dalam keadaan api menyala di wajah mereka. Maka seseorang bertanya, ‘Wahai Rasulullah, siapakah mereka itu?” Maka Rasulullah membacakan firman Allah yang berbunyi: “Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zhalim, sebenarnya mereka menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala.” (QS. An Nisa:10).

“Maka sebenarnya sebagian harta kami adalah milik fakir miskin dan anak-anak yatim. “katanya kemudian sambil mempersilahkan menikmati hidangan yang sudah disediakan. Dari kejadian inilah, keluarga ibu pencuci pakaian itu semakin dekat dengan keluarga Bapak Pujo, dan Alhamdulillah keluarga Bapak Pujo bisa mengajaknya untuk selalu dekat dengan Allah. Yaitu melalui pengajian-pengajian yang sering diadakan di rumahnya. Selain siraman ruhani, hubungan silaturahmi diantara kedua keluarga itu pun semakin terjalin erat.

Abu Hurairah r.a. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Orang-orang yang dermawan dekat dengan Allah, dekat dengan surga, dekat dengan manusia, dan jauh dari neraka. Dan orang yang kikir jauh dari Allah, jauh dari surga, jauh dari manusia, dan dekat dengan neraka. Sesungguhnya orang yang bodoh yang dermawan lebih dicintai oleh Allah dari pada seorang seorang ahli ibadah yang kikir.” (HR. Tirmidzi, Misykiat).

Sekarang, kebiasaan bershodaqoh dengan membiayai anak-anak yatim pun merambah tidak hanya tetangga sekitar, orang-orang di luar lingkungannya pun dengan seijin Allah telah dibantunya. Dan ternyata selama mereka membantu anak-anak yatim dan fakir miskin. do’a-do’anya pun begitu mudah dikabulkan oleh Allah SWT. Usahanya mengelola Koperasi Serba Usaha Dosen UGM begitu berkembang pesat, usaha angkutan pedesaan semakin bertambah armadanya, rumah yang dulunya sempit sekarang begitu megah, dan usaha bakpianya pun berkembang pesat.

Itulah hasil jerih payah usahanya selama ini, disertai dengan do’a-do’a para kaum fakir miskin dan anak-anak yatim menjadikannya dekat dengan Allah SWT, dan dekat dengan pintu rezeki-Nya yang penuh barokah.

by: Admin LSIK UNIMUS

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Comments are closed.