Syarat-syarat Diterimanya Do’a

Syarat-syarat Diterimanya Do’a

Do’a dipastikan tidak ditolak manakala dalam berdo’a itu bisa menghadirkan hati, bisa menyatukan  dengan yang diminta dan menepati waktu-waktu yang mustajab 6 (enam) waktu, yaitu: sepertiga malam yang akhir, ketika adzan, antara adzan dan iqamat, sesudah shalat maktubah (wajib), ketika imam naik mimbar di hari Jum’at sampai selesai shalat, akhir waktu sesudah shalat Ashar hari Jum’at, dilakukan dengan khusyuk, bersimpuh di hadapan Tuhan, rendah diri, tadharru’, lemah lembut, menghadap kiblat, dalam keadaan suci, mengangkat tangan, memulai dengan pujian Allah, shalawat kepada Nabi, mengajukan permintaan hajatnya dibarengi dengan bertaubat dan istighfar, serius dalam meminta, disampaikan dengan rasa cinta dan takut, tawassul dengan nama-nama Allah, sifat-sifat-Nya dan mengesakan-Nya. Do’a itu akan dikabuklkan, terutama jika bertepatan dengan apa yang dikatakan oleh Rasulullah sebagai maqam mustajab, atau permintaan itu masuk dalam kandungan nama Allah yang Agung.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Comments are closed.