Apresiasi dan Membumikan Nilai Nilai Al Quran dalam Kehidupan

Masjid AT-Taqwa Muhammadiyah Jawa Tengah / UNIMUS – Semarang, Apresiasi dan Membumikan Nilai Nilai Al Quran sebagai sandaran dan pedoman hidup dalam kehidupan Sehari-hari, Nuzulul Qur’an pada tanggal 11 Agustus 2012. Sebagai Penceramah pada Nuzulul AL-Quran tahun ini adalah  Drs. H. Hasan Asyari Ulamai. M.Ag. Peristiwa turunnya al-Quran di bulan Ramadhan setiap tahun senantiasa diperingati, begitu pula tahun ini seperti yang marak dilakukan pada hari-hari ini. Peringatan itu dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur atas diturunkannya Al-Quran.

Kata Nuzul memiliki beberapa pengertian. Menurut Ibn Faris, kata Nuzul berarti hubuth syay wa wuqu’uh, turun dan jatuhnya sesuatu. Sedang menurut al-Raghib al-Isfahaniy, kata Nuzul berarti al-inhidar min ‘ulw ila asfal, meluncur atau turun dari atas kebawah.  Nuzul dalam pengertian ini dapat di jumpai dalam QS al Baqarah ayat 22.

Kata nuzul, bisa juga berarti singgah atau tiba di tempat tertentu.  Turun nilai nilai Islam dan Ketauhidan,keteraturan serta keseimbangan hidup, dan Moral Nilai Insani. Al-Quran diturunkan dengan bertahap dan dengan bahasa yang mudah dipahami oleh manusia yaitu Bahasa Arab.  Dalam memahami Al-Quran diperlukan Ilmu Hermeunetika Al-Quran dan Pemahaman Sejarah, sosial dan cultur budaya masyarakat Arab.

Pertama, Menjadikan al-Quran sebagai pedoman hidup itu mengharuskan kita untuk mengambil dan melaksanakan ketentuan-ketentuan dan hukum-hukum yang diberikan oleh al-Quran dan hadits Nabi saw, yakni hukum-hukum syariah Islam. Sebab al-Quran juga memerintahkan kita untuk mengambil apa saja yang dibawa Nabi saw dan meninggalkan apa saja yang beliau larang. Bahwa Al-Quran menghantarkan umat manusia menuju peradaban dan tatanan nilai akhlak insani yang membawa kesatuan dan persatuan. Kedua, adalah Nuzulul mempunyai makna Keterbukaan, yaitu keterbukaan dalam menelaah, mengkaji dan menganalisis

serta menyimpulkan sesuai dengan kemampuan akal manusia. Dan keterbukaan saling memahami dan mengerti serta toleransi dalam kerukunan bergama

Selanjutnya disampikan bahwa ada empat tahap pengertian dan analis Al-Quran: (1) Melafadzkan (Membunyikan sesuai huruf), (2) Qiraah (Membaca dan Paham), (3) Tartil (Membaca dengan Seksama), (4) Tilawah ( Pemaknaan symbol Hermeneutika Al-Quran yang kemudian di implementasikan dalam kehidupan sehari –hari)

Demikian kajian Nuzulul Al-Quran, semoga dengan Nuzulul Al-Quran ini bertambahnya energi dan kualitas dalam mengimplementasikan di dalam kehidupan sehari hari. Kegiatan ini dihadiri oleh Seluruh Pimpinan, dosen  dan karyawan Universitas Muhammadiyah Semarang

This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.