LSIK MENGAWAL PARA CALON WISUDAWAN KE 29 DENGAN BAPS

Semarang | Selasa (06/11/2018) Sejumlah  921 calon wisudawan Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) mengikuti Baitul Arqom Purna Studi (BAPS) di Aula Gedung NRC Unimus. Kegiatan yang dikoordinir oleh Lembaga Studi Islam dan Kemuhammadiayahan More »

LSIK Unimus Gelar Workshop Mentoring 2018-2019

Sejumlah 113 mahasiswa terdiri dari 14 musrifah pondok pesantren putri Syahlan Rosjidi Unimus dan 99 anggota Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) mengikuti “Workshop Peningkatan Mutu Mentor Agama Islam dan More »

 

Category Archives: BERITA DAN INFORMASI

LSIK MENGAWAL PARA CALON WISUDAWAN KE 29 DENGAN BAPS

Semarang | Selasa (06/11/2018) Sejumlah  921 calon wisudawan Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) mengikuti Baitul Arqom Purna Studi (BAPS) di Aula Gedung NRC Unimus. Kegiatan yang dikoordinir oleh Lembaga Studi Islam dan Kemuhammadiayahan (LSIK) Unimus tersebut berlangsung selama enam hari dari 6 November hingga 11 November 2018. BAPS Unimus kali ini menghadirkan 4 pembicara yakni Wakil Rektor II, Dr. Sri Rejeki, M.Kep, Sp.Mat dengan materi pemaparan “Memperteguh Peran Alumni Untuk Kemajuan Unimus dan Muhammadiyah di Era Industri 4.0”, dilanjut Ir. H. Heru Isnawan (CEO Hotel Grasia Semarang) dengan materi “Implementasi Kerja Profesional dan Islami” dan Drs. H. Widadi, SH (Ketua BPH Unimus) dengan materi Peran dan Fungsi Aqidah di Era Industri 4.0 serta Dr. Mufnaety SCh., M.Ag (Dosen AIK Unimus) dengan “Review Baca Al-Qur’an dan Ibadah Shalat” sebagai materinya.

Hadir untuk memberikan sambutan sekaligus membuka acara, Dr. Samsudi Rahardjo, MM. , MT selaku Wakil Rektor III. Dr. Samsudi memberikan motivasi kepada calon wisudawan bahwa nantinya ketika terjun di lingkungan masyarakat harus memiliki rasa percaya diri. “Kita adalah pemimpin, jangan menganggap kita itu orang biasa. Karena kita sudah berusaha keras menempuh jenjang pendidikan akademik di Unimus sehingga hal ini bisa menjadi bekal kita,“ ujarnya. Dr. Samsudi juga menambahkan bahwa calon wisudawan dapat belajat dari filosofi kupu-kupu. “Berproses dari ulat menjadi kepompong dan kepompong menjadi kupu-kupu. Proses metamorfosis tersebut mengajarkan bahwa jika ingin berkembang dan menjadi lebih baik lagi serta mencapai tujuan hidupnya, setiap orang pasti dan harus mau berubah. Selain itu, setiap orang harus melewati proses hidupnya sesuai urutan atau secara bertahap dengan baik, baru dapat mencapai hasil yang maksimal, “papar Wakil Rektor III.

LSIK Unimus Gelar Workshop Mentoring 2018-2019

Sejumlah 113 mahasiswa terdiri dari 14 musrifah pondok pesantren putri Syahlan Rosjidi Unimus dan 99 anggota Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) mengikuti “Workshop Peningkatan Mutu Mentor Agama Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK)”. Workshop di gelar di aula gedung NRC Unimus pada Ahad (23/09/2018). Workshop digelar oleh Lembaga Studi Islam (LSIK) Unimus di peruntukkab mutu mentor / asisten program mentoring AIK bagi mahasiswa baru Unimus tahun 2018. Hadir sebagai pembicara antara lain Dr. Listyaning Sumardiyani, MPd yang memaparkan materi “Managemen pendampingan pembelajaran orang dewasa”,  Ketua LSIK Rohmat Suprapto, S.Ag, M.Si memaparkan “Standar operasional prosedur mentoring”, juga KaUPT TIK Unimus Ahmad Fatturohman, M.Kom yang  memaparkan “Siamus mentoring dan praktek”.

Workshop mentoring dibuka oleh Rektor yang diwakili oleh Wakil Rektor III Drs. Samsudi Raharjo, MM, MT. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai wujud komitmen Unimus untuk meningkatkan mutu lulusan yang kompeten dan kompetitif dalam persaingan global yang dikuatkan dengan dasar Al Islam dan Kemuhammadiyahan. “Kami menginginkan lulusan Unimus tidak hanya cerdas secara akademik namun juga dibekali dengan karakter dan nilai Al Islam dan Kemuhammadiyahan, dan ini menjadi salah satu keunggulan Unimus” papar Wakil Rektor III.

“Kegiatan workhsop diharapkan dapat memberikan pembekalan kepada calon mentor yang akan mendampingi mahasiswa baru dalam program pembiasaan kehidupan berlandaskan nilai Islami dan Kemuhammadiyahan. Program mentoring akan mengajarkan mahasiswa baru untuk menginternaliasasi nilai-nilai AIK dalam kehidupan sehari-hari. Mentor juga akan mendampingi mereka dalam pembelajaran Al Quran dan nilai positif lain” ungkap ketua LSIK.  “Pendampingan dan bimbingan mentoring ini penting, karena mentoring akan memudahkan kita dalam memberikan pendidikan akhlakul karimah atau akhlak yang terpuji” tambahnya. Dikemukakan bahwa mentor adalah mahasiswa yang bisa menjadi suri tauladan terdiri dari Musyrifah Pondok Pesantren Putri Sahlan Rosjidi juga mahasiswa pengurus IMM Unimus lain lolos selaksi sebagai mentor. “Dengan bekal workshop mentoring, mentor dapat mendampingi mahasiswa baru dalam keagamaan juga memberikan tauladan yang baik. Hasilnya kehidupan dan suasana Al Islam dan Kemuhammadiyahan di kampus semakin terasa” tandas Ketua LSIK

Workshop diselenggarakan untuk meningatkan perilaku Islami di kehidupan kampus pada mahasiswa baru dengan berbagai pendekatan. Melalui workshop, pada program mentoring AIK diajarkan berbagai pendekatan mentoring antara lain ketrampilan beragama, berakhlakul karimah, menghargai dosen dan sesama, cara pergaulan Islami, juga peningkatan kualitas Islami dalam mengikuti dan mencontoh literasi budaya asing. di kampus Kedungmundu. Mentor juga diajarkan tentang sistem informasi pendukung mentoring yang terintegrasi dengan Sistem Informasi Akademik Unimus (Siamus).

Masta UNIMUS 2018, IMM Hadirkan Staf Khusus Presiden

Semarang | Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) menyelenggarakan Masa Ta’aruf (MASTA) bagi mahasiswa baru (MABA) tahun akademik 2018/2019. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Jumat (7/9) sampai dengan Sabtu, (8/9) di halaman kampus.  Mengusung tema “Membangun Insan Intelektual Berpribadi Untuk Unimus Berkemajuan”,hadirkan pembicara Pradana Boy ZTF PhD selaku Staf Khusus Presiden RI bidang Keagamaan Internasional. Pradana menyampaikan bahwa mahasiswa baru harus bersyukur dapat menempuh studi di Unimus. “Hal itu berarti kalian telah dibukakan jalan sebagai aktivis. Karenanya menjadi aktivis, makanya harus punya aktifitas yang gemilang. Kalian harus optimis dengan jurusan yang dipilih saat ini, jangan pesimis ” ujarnya. Pria asal dusun Mencorek Lamongan – Jawa Timur ini menambahkan bahwa mahasiswa jangan sampai menyia-nyiakan kesempatan belajar di perguruan tinggi karena untuk kuliah  itu sudah memeras keringat dan airmata orangtua. Pradana juga berpesan kepada mahasiswa untuk selalu mengedepankan etika dan moral dalam berkehidupan di masyarakat.

Hadir untuk memberikan sambuatan Ketua LSIK (Lembaga Studi Islam dan Kemuhammadiyahan) Unimus, Rohmat Suprapto, S.Ag, Msi menyampaikan bahwa sebagai mahasiswa harus memiliki budaya nalar, intelektualitas, dan religiusitas. Mahasiswa juga harus memapu menggunakan nalar untuk mencerna hal-hal yang terjadi di lingkungan pendidikan, pengetahuan, ataupun sosial. “IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) sebagai satu-satunya organisasi induk intra kampus di lingkungan UNIMUS berperan sebagai Lazuardi dalam mewujudkan cita-cita dan dakwah pencerahan Muhammamdiyah di lingkungan kampus. Sehingga, dari MASTA diharapkan akan mulai muncul dan nampak mahasiswa-mahasiwa yang berkarakter religius dan berintelektual guna mendukung dakwah IMM kedepannya, “ungkapnya. Hadir pula untuk memberikan materi orientasi, Dr. Eny Winaryati, M.Pd. selaku Dekan Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Unimus tentang Gerakan Mahasiswa, yang mencakup gerakan dakwah amar ma’ruf nahi mungkar yang bersumber pada Al-Qur’an dan Sunnah Nabi.