Pentingnya Pendidikan Karakter Melalui Penguatan Mentoring AIK

Semarang | 7 Desember 2019, sebanyak 121 Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) ikuti kegiatan Penguatan Mentoring Al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK) di ruang 408, Gedung NRC FIKKES Unimus. Dihadiri oleh Wakil Rektor I (Dr. More »

LSIK Gelar Pelatihan Mubaligh Muda Profesional 2019

Semarang | 17 Mei 2019 Lembaga Studi Islam dan Kemuhammadiyahan (LSIK) Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) menggelar “Pelatihan Mubaligh Muda”. Bertempat di rumah tahfidz Unimus, acara dibuka oleh Wakil Rektor I Dr. Sri More »

 

Category Archives: ARTIKEL

Al Qur’an Berbicara Tentang Makanan

Makanan yang cocok dan pelengkapnya merupakan pilar kesehatan tubuh paling penting. Al Qur’an memiliki beberapa isyarat tentang makanan yang dengan kemukjizatan dan kefasihannya menunjukkan kepada pokok-pokok yang harus terpenuhi supaya manusia dapat menghasilkan apa yang seharusnya ia dapatkan dari unsur-unsur penting untuk bangunan tubuhnya tanpa kekurangan atau berlebih-lebihan. Setiap hari sejumlah penemuan ilmu pengetahuan modern menyingkapkan kepada kita kedalaman dan kemukjizatan yang lain pada isyarat-isyarat tersebut.

Kita memulai makan dengan buah-buahan terlebih dahulu. Di dalam kitab-Nya, Allah mendahulukan buah-buahan daripada daging. Dia berfirman,

“Dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih, dan daging burung dari apa yang mereka inginkan.” (Al-Waaqi’ah:20-21)

“Dan Kami beri mereka tambahan dengan buah-buahan dan daging dari segala jenis yang mereka ingini” (Ath-Thuur: 22)

Rasulullah bersabda, “Apabila salah seorang dari kamu berbuka puasa, hendaklah ia berbuka dengan kurma karena itu keberkahan.”

Mengkonsumsi buah-buahan sebelum menu makanan yang lain, memiliki beberapa manfaat kesehatan yang baik. Karena, buah-buahan mengandung zat gula alami, gampang dicerna, dan cepat diserap. Usus hanya memerlukan beberapa menit saja untuk menyerap zat ini, sehingga tubuh menjadi langsung lega, gejala kelaparan dan kekurangan zat gula pun hilang. Padahal orang memenuhi lambungnya secara langsung dengan makanan yang bermacam-macam membutuhkan waktu lebih kurang tiga jam, hingga ususnya baru bisa menyerap makanan yang mengandung unsur gulanya. Namun, tanda-tanda laparpun tetap terasa untuk jangka waktu lebih lama.

Zat gula yang alami di samping gampang dicerna dan cepat diserap, juga merupakan sumber energi yang pokok bagi sel-sel tubuh yang berbeda-beda. Di antara sel-sel yang dapat mengambil manfaat secara cepat dari zat gula ini yaitu sel dinding usus dan rambut-rambut halus di dalam usus, di mana ia dapat aktif dengan cepat ketika zat gula yang berada di dalam buah-buahan sampai kepadanya dan ia bersiap untuk menjalankan fungsinya secara utuh dan sempurna untuk menghisap berbagai macam makanan yang berbeda, yang di makan oleh seseorang setelah buah-buahan.

Barangkali inilah hikmah didahulukan buah-buahan daripada daging di dalam Al Qur’an dan Hadits Nabawi.

Sumber: Menyembuhkan penyakit Jiwa dan Fisik, oleh: Dr. Ahmad Husain Salim

LAZUARDI AKHLAK

LAZUARDI AKHLAK

BERBUAT BAIK DALAM SEGALA HAL /kultum Shalat Dzuhur Berjamaah Kamis, 7 Mei 2015 BY: MAMDUH BUDIMAN

Syaikh as-Sa’di berkata: Berbuat kebajikan (ihsan) itu ada dua macam:

1.Berbuat baik dalam beribadah kepada Sang Pencipta, dengan menyembah Allah seolah-

    olah melihat-Nya. Jika pun tidak melihat-Nya, maka Allah melihatnya. Yakni  bersungguh sungguh dalam menunaikan hak-hak Allah secara Ikhlas, dan menyempurnakannya.

2.Berbuat baik berkenaan dengan hak-hak mahluk.

Berbuat baik pada dasarnya adalah wajib, yaitu anda menunaikan hak-hak mereka yang wajib, seperti berbakti kepada orang tua, menyambung silaturahmi, dalam berlaku adil dalam segala muamalat, dengan memberikan semua hak yang diwajibkan atas anda, sebagaimana kamu mengambil apa yang menjadi hakmu secara penuh.

   Allah Ta’ala berfirman:

وَاعْبُدُوا اللهَ وَلاَتُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَامَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ إِنَّ اللهَ لاَيُحِبُّ مَن كَانَ مُخْتَالاً فَخُورًا {36}

Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.” (QS. An-Nisaa:36)

Puncak Tertinggi Akhlaq Seseorang adalah IKHSAN

Ihsan (berbuat baik) ialah mencurahkan semua kemanfaatan dari jenis apapun, kepada makhluk apapun. Tetapi itu berbeda-beda tergantung kepada hak dan kedudukan mereka, tergantung kadar kebaikan, besar kedudukan, besar kemanfaatan,dan tergantung keimanan dan keikhlasan orang yang berbuat kebaikan, serta faktor yang mendorongnya kepada hal itu. Tidak ada salah dan malu (gengsi) dalam berbuat baik..sekecil apapun dalam bentuk apapun dan dengan apapun, dengan ikhlash,,maka Allah SWT akan memberi kemudahan sewaktu kita sulit dan akan mencatat sebagai INVESTASI akherat. “Barangsiapa berkeinginan untuk kebaikan namun belum melakukannya maka dicatatlah untuknya sebagai satu kebaikan, dan barangsiapa berkeinginan untuk suatu kebaikan lalu melakukannya maka dicatatlah untuknya sebagai sepuluh kebaikan hingga tujuh ratus kali lipat” HR Imam Muslim Nomor 186

KITAB SUMPAH DAN NADZAR

Kultum Shalat Dzuhur Berjama’ah Rabu, 29 April 2015 Tentang: Sumpah dan Nadzar

oleh: Ustadz Mamdukh Budiman, S.S., L.C

Dari Ibnu Umar, ia berkata, “Sumpah yang pernah digunakan Rasulullah SAW, “Tidak! Demi Dzat Yang membolak balikan hati’.Shahih: As-Shahihah (2090) dan Al Bukhari.

Bersumpah dengan Menyebut Nama Allah; Dzat yang membolak balikan Hati

Dari Ibnu Umar, ia berkata, “Sumpah Rasulullah SAW adalah, ‘Tidak! Demi Dzat Yang membolak balikan hati’.” Hasan: Ibnu Majah (2092)

Bersumpah dengan Menyebut Kemuliaan Allah Ta’ala

Dari Abu Hurairah, dari Rasulullah SAW, beliau bersabda, “Ketika Allah menciptakan surga dan neraka, Allah mengutus Jibril AS ke surge, lalu Dia berfirman, ‘Lihatlah ke surge dan apa yang aku siapkan di dalamnya bagi penghuninya. ‘Jibril pun melihatnya, ia kemudian kembali, lalu ia berkata, ‘Demi, kemuliaan-Mu, tidaklah seseorang mendengarnya kecuali ingin memasukinya. ‘ Setelah itu Allah memerintahkan kepada surga sehingga jalan kepadanya dihiasi dengan berbagai hal yang dibenci. Lalu Dia berfirman, ‘Pergilah dan lihatlah padanya dan apa yang aku siapkan di dalamnya bagi penghuninya. ‘Jibril pun melihatnya, maka ternyata saat itu jalan keduanya telah dihiasi dengan berbagai hal yang dibenci. Jibril berkata, ‘Demi kemuliaan-Mu, sungguh aku merasa takut bahwa tidak seorangpun ingin memasukinya.’ Allah berfirman, ‘Pergilah dan lihatlah ke neraka serta apa yang aku sediakan di dalamnya bagi penghuninya. ‘Jibril pun melihatnya, maka keadaannya bersusun; dimana sebagiannya berada diatas sebagian lainnya. Jibril kembali, dan berkata, ‘Demi kemuliaan-Mu, sungguh tidak ada seorang pun yang ingin memasukinya. ‘Setelah itu, Allah memerintahkan kepada neraka sehingga jalan kepada neraka dihiasi dengan berbagai hal yang disenangi. Allah berfirman, ‘Kembalilah dan lihatlah ke padanya dan apa yang aku siapkan di dalamnya bagi penghuninya. ‘Jibril pun melihatnya, maka ternyata saat itu jalan telah dihiasi dengan segala yang disenangi. Jibril pun kembali, seraya berkata, ‘Demi kemulian-Mu, sungguh aku takut bahwa tidaklah seorang pun dapat selamat darinya, melainkan pasti memasukinya’.”