Finishing Touch | The Character Building for The Alumni Unimus 2017

KEDUNGMUNDU SEMARANG | Ahad, Tanggal 15 Oktober 2017. Sentuhan akhir pembentukan karakter bagi wisudawan dan wisudawati Alumni UNIMUS, bertempat di Kampus Terpadu. BAPS (Baitul Arqom Purna Studi) ini dihadiri oleh Bp Drs. More »

Kuliah Umum Awali Program Mentoring AIK Mahasiswa Baru

Semarang │UNIMUS (21/09/2017) Sebanyak 1.540 mahasiswa baru dari 22 program studi di Universitas Muhamadiyah Semarang (Unimus) mengikuti kuliah umum tentang Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) yang disampaikan oleh Ketua Pimpinan Wilayah (PW) More »

 

Finishing Touch | The Character Building for The Alumni Unimus 2017

KEDUNGMUNDU SEMARANG | Ahad, Tanggal 15 Oktober 2017. Sentuhan akhir pembentukan karakter bagi wisudawan dan wisudawati Alumni UNIMUS, bertempat di Kampus Terpadu. BAPS (Baitul Arqom Purna Studi) ini dihadiri oleh Bp Drs. H. Samsudi Raharjo, ST, MT, MM selaku Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan, Bp H. Eddy Soesanto, S.Kep, M.Kes, Selaku ketua lembaga LPPPM, dan para jajaran civitas akademik Universitas Muhammadiyah Semarang. Sementara itu, Bapak Ustd Rohmat Suprapto. SAg.MSI, selaku Ka. LSIK (Lembaga Studi Islam dan Kemuhammadiyahan) menyampaikan bahwa dilaksanakan  kegiatan ini, sebagai sebuah upaya mempersiapkan generasi pemimpin masa depan yang memiliki integritas yang Islami, kuat dan tangguh dalam mengadapi berbagai situasi dan ujian.  Ijtihad ini semakin penting dengan melihat realitas kebangsaan yang mulai luntur integritas moral maupun sosialnya, sehingga perilaku sosial menyimpang sudah semakin menjamur bak cendawan di musim hujan. Kasus korupsi, manipulasi dan lain sebagainya adalah bukti konkrit bahwa kita harus melakukan ijtihad peradaban yang mempersiapkan mahasiswa yang tidak saja memiliki integritas akademik yang profesional dan juga integritas moral dan sosial yang tangguh. Dua hal ini menjadi kata kunci untuk dapat memperbaiki peradaban bangsa menuju tatanan masyarakat utama Baldatun Tayyibatun wa Rabun Ghafur.

 Kegiatan BAPS Pra Wisuda/pelepasan adalah salah kegiatan penghujung program yang merupakan pembekalan terakhir bagi mahasiswa sebelum mereka benar-benar dilepas secara resmi dan kemudian mereka meneruskan aktifitas kerja di dunia nyata setelah menempuh perkuliahan di unimus. Kebutuhan akan penanaman akidah, akhlak dan nilai etos/jihad adalah sebuah keniscayaan ketika mereka akan berada di dunia kerja yang sangat heterogen. Disinilah pentingnya pelaksanaan BAPS ini dilaksanakan. Reportase Mamdukh Budiman.

Kuliah Umum Awali Program Mentoring AIK Mahasiswa Baru

WR III Unimus Drs Samsudi Rahardjo, MM, MT membuka acara kuliah umum AIK

Semarang │UNIMUS (21/09/2017) Sebanyak 1.540 mahasiswa baru dari 22 program studi di Universitas Muhamadiyah Semarang (Unimus) mengikuti kuliah umum tentang Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) yang disampaikan oleh Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Propinsi Jateng Drs. H.M. Tafsir., M.Ag. Selain ketua PWM Jawa Tengah Ketua Lembaga Studi Islam dan Kemuhammadiyahan (LSIK) Unimus Rokhmat Suprapto SAg MSi ikut pula mengisi acara kuliah umum. Kuliah umum AIK dibuka oleh WR III Unimus Drs Samsudi Rahardjo, MM, MT. Diungkapkan oleh ketua Lembaga Islam dan Kemuhammadiyahan (LSIK) Unimus Drs. Rohmat Suprapto, M.Si bahwa kuliah umum merupakan pembukaan program mentoring yang akan di selenggarakan bagi mahasiswa baru proram reguler pada semester 1. “Kegiatan mentoring AIK tahun 2017 akan dilaksanakan di hari Sabtu pagi selama 14 kali pertemuan dengan melibatan 85 mentor yang sudah dilatih. Mahasiswa baru akan berkelompok 15-20 orang untuk berdiskusi tentang Al Islam dan Kemuhammadiyahan, belajar baca tulis Al Quran dengan didampingi mentor yang sudah dilatih” papar ketua LSIK Unimus.

Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Propinsi Jateng Drs. H.M. Tafsir., M.Ag menyampaikan kuliah umum

Saat memberi Kuliah Umum AIK di masjid Attaqwa kampus Unimus, Rabu (20/09/2017) ketua PWM Jawa Tengah menyatakan mahasiswa harus bisa memenangi persaingan yang ada. Drs. Tafsir mengungkapkan bahwa dengan belajar di tempat yang tepat yang mengedepankan keutamaan akhlak maka akan mendukung agar generasi muda jelas masa depannya, menjadi manusia yang unggul dan menjadi manusia yang mulia. “Sangat sedikit anak muda yang punya kepastian masa depan, mereka tidak atau belum bisa tahu seperti apa masa depan mereka nantinya. Generasi muda sekarang menjalani persaingan hidup ketat di antaranya mereka harus berebut pekerjaan dimana ribuan orang mendaftar sedang yang diterima hanya beberapa orang saja. Untuk itu anak muda wajib menjadi generasi yang unggul untuk bisa memenangkan persaingan dan mendapat kepastian masa depan mereka” ujar Tafsir.

Lebih lanjut Ketua PWM Jateng ini menyatakan kemerosotan moral belakangan ini semakin banyak terjadi. Semuanya bisa diatasi hanya dengan pengamalan agama, pendidikan karakter dan moral harus dijalani anak-anak muda. “Organisasi Muhammadiyah didirikan atas sejumlah dasar filosofis di antaranya hidup harus bertauhid, manusia harus hidup bermasyarakat dan berjuang adalah kewajiba muslim. Anak muda juga harus menjalankan kehidupan keagamaannya sekaligus kehidupan bermasyarakat secara bersama sama secara baik. Generasi muda dituntut untuk selalu belajar dengan benar karena belajar adalah bagian dari berjihad / berjuang sebagai khalifatullah” ujar Tafsir. Mengikuti kegiatan kuliah umum ini diharapkan menjadi dasar pemahaman awal tentang AIK sebagai pijakan awal untuk menjalani program mentoring. Program mentoring AIK sudah dilaksanakan yang sejak tahun 2012 diharapkan dapat mendukung visi Unimus dalam menghasilkan lulusan yang unggul beriman dan bertaqwa.

300 Mahasiswi Baru Unimus Masuk Pesantren

Serah Terima Mahasantri Unimus 2017

Serah Terima Mahasantri Unimus 2017

Sekitar 300 mahasantri (mahasiswi) baru Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) menjalani masa sebagai santri perempuan ponpes KH Sahlan Rosjidi di rusunawa kampus Unimus kawasan Kedungmundu. Selama setahun mereka akan menempati ponpes dengan mendapatkan pendidikan karakter dan keagamaan.

Rektor Unimus Prof Dr H Masrukhi MPd didampingi Direktur Ponpes KH Sahlan Rosjidi Rohmat Soeprapto SAg MSi, Wakil Rektor III Drs Samsudi Rahardjo MM MT dan WR II Dr Sri Rejeki MKep SpMat menerima 300 mahasantri dari para orang tua lewat acara  ‘Welcome Speech’ di ponpes tersebut.

Para santri selama setahun akan dididik 4 kompetensi meliputi kepemimpinan, keagamaan (mengaji Alquran dan menghafat surat surat pendek), kepribadian (akhlakul karimah), dan kebahasaan (bahasa Arab dan Inggris). Karena kapasitas ponpes, tidak semua mahasiswi baru Unimus tahun 2017 ini bisa masuk ponpes, hanya 300 an dari semua mahasiswa baru yang bisa menempati ponpes. Masa ponpes mereka berakhir dan akan digantikan mahasiswa baru tahun depan.

Rektor berharap para santi yang juga mahasiswi baru ini bisa mendapat pendidikan, pengajaran dan mengamalkan nilai-nilai Islam seperti yang diajarkan di ponpes. Lewat ponpes akan dihasilkan cendekiawan dan kader bangsa unggul. Selain secara resmi para mahasantri masuk ponpes, secara resmi pula ponpes yang menempati rusunawa Unimus ini menerima surat ijin operasional sebagai ponpes dari Kemenag Kota Semarang. (KR)