BEDAH BUKU | ETIKA MUHAMMADIYAH DAN SPIRIT PERADABAN

Semarang Kedungmundu  Kamis (08/02/2018) | Salah satu organisasi islam terbesar di Indonesia, Muhammadiyah, sudah satu abad lebih berkiprah dalam pemberdayaan masyarakat, baik di bidang ekonomi, pendidikan, maupun kesehatan. Dalam kiprahnya tersebut, Muhammadiyah More »

Finishing Touch | The Character Building for The Alumni Unimus 2017

KEDUNGMUNDU SEMARANG | Ahad, Tanggal 15 Oktober 2017. Sentuhan akhir pembentukan karakter bagi wisudawan dan wisudawati Alumni UNIMUS, bertempat di Kampus Terpadu. BAPS (Baitul Arqom Purna Studi) ini dihadiri oleh Bp Drs. More »

 

BEDAH BUKU | ETIKA MUHAMMADIYAH DAN SPIRIT PERADABAN

Semarang Kedungmundu  Kamis (08/02/2018) | Salah satu organisasi islam terbesar di Indonesia, Muhammadiyah, sudah satu abad lebih berkiprah dalam pemberdayaan masyarakat, baik di bidang ekonomi, pendidikan, maupun kesehatan. Dalam kiprahnya tersebut, Muhammadiyah melakukannya dengan etos kerja dan spirit surat Al – Maun dan Al – Ashr yang ditekankan sejak lama oleh Pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan. Spirit surat Al – Maun dan Al – Ashr itu sendiri diulas secara khusus oleh Prof. Dr. H. Zakiyyudin Baidhawy, M.Ag dalam bukunya yang berjudul “Etika Muhammadiyah dan Spirit Peradaban”. Unimus sendiri telah mendapatkan kesempatan bedah buku bersama direktur pascasarjana IAIN Salatiga tersebut di Masjid At Taqwa Muhammdiyah Semarang pada Kamis 8 Februari 2018. Tutur hadir pula Wakil Rektor I Dr. Sri Darmawati, M.Si., Wakil Rektor II Dr. Hj. Sri Rejeki, S.Kp, M.Kep, Sp.Mat, serta Wakil Rektor III Drs. Samsudi Rahardjo, MM. MT untuk mengapresiasi acara tersebut.

Zakiyyudin menyebut bahwa keseluruhan gerakan Muhammadiyah dikenal dengan istilah trisula yakni feeding, schooling, dan healing. Dari aspek pendidikan, Muhammadiyah telah mendirikan lembaga pendidikan seperti perguruan tinggi besar termasuk Unimus. Muhammadiyah juga telah memiliki klinik kesehatan dan rumah sakit (aspek kesehatan), serta adanya Lazismu di aspek sosial ekonomi.

“Keseriusan Kiai Dahlan dalam menanamkan etos kerja dari surat Al – Maun dan Al – Ashr bisa dilihat dari lamanya pengajaran dua surat ini. “Surat al-Ma’un selama 3 bulan berturut-turut sedangkan surat al-Ashr diajarkan selama 7 bulan. Oleh karenanya Kiai Dahlan dikenal sebagai kiai al-Ashr.” ulasnya.

Dalam etos kerja surat Al – Maun, Zakiyyudin menyatakan bahwa umat islam harus punya sikap kritis dan peduli terhadap kehidupan disekitar. Sebagai contoh pada saat itu Kiai Dahlan mengajak muridnya untuk keluar melihat lingkungan sekitar, dimana banyak anak yatim. Kiai Dahlan tidak membiarkan anak yatim pulang kecuali membawa makanan, minuman, bahkan pakaian untuk kebutuan sehari-hari. Sementara etos kerja surat al-Ashr, berisi alternatif apa yang diberikan terhadap sesuatu yang dikritik sebelumnya. Al-Ashr inilah etos yang menggerakkan Muhammadiyah untuk mandiri dan berdaya terhadap masyarakat. Dengan kata lain, Al-Ashr memberikan jawaban atau kepedulian dari Muhammdyah.

Kajian tersebut nantinya akan mempertegas peran segenap kader dan aktivis Muhammadiyah dalam memajukan Muhammadiyah dengan semangat Islam berkemajuan. Spirit kerja keras dan kerja cerdas ini, bisa menjadi konstribusi penting Muhammadiyah dalam membangun bangsa dan Negara

Finishing Touch | The Character Building for The Alumni Unimus 2017

KEDUNGMUNDU SEMARANG | Ahad, Tanggal 15 Oktober 2017. Sentuhan akhir pembentukan karakter bagi wisudawan dan wisudawati Alumni UNIMUS, bertempat di Kampus Terpadu. BAPS (Baitul Arqom Purna Studi) ini dihadiri oleh Bp Drs. H. Samsudi Raharjo, ST, MT, MM selaku Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan, Bp H. Eddy Soesanto, S.Kep, M.Kes, Selaku ketua lembaga LPPPM, dan para jajaran civitas akademik Universitas Muhammadiyah Semarang. Sementara itu, Bapak Ustd Rohmat Suprapto. SAg.MSI, selaku Ka. LSIK (Lembaga Studi Islam dan Kemuhammadiyahan) menyampaikan bahwa dilaksanakan  kegiatan ini, sebagai sebuah upaya mempersiapkan generasi pemimpin masa depan yang memiliki integritas yang Islami, kuat dan tangguh dalam mengadapi berbagai situasi dan ujian.  Ijtihad ini semakin penting dengan melihat realitas kebangsaan yang mulai luntur integritas moral maupun sosialnya, sehingga perilaku sosial menyimpang sudah semakin menjamur bak cendawan di musim hujan. Kasus korupsi, manipulasi dan lain sebagainya adalah bukti konkrit bahwa kita harus melakukan ijtihad peradaban yang mempersiapkan mahasiswa yang tidak saja memiliki integritas akademik yang profesional dan juga integritas moral dan sosial yang tangguh. Dua hal ini menjadi kata kunci untuk dapat memperbaiki peradaban bangsa menuju tatanan masyarakat utama Baldatun Tayyibatun wa Rabun Ghafur.

 Kegiatan BAPS Pra Wisuda/pelepasan adalah salah kegiatan penghujung program yang merupakan pembekalan terakhir bagi mahasiswa sebelum mereka benar-benar dilepas secara resmi dan kemudian mereka meneruskan aktifitas kerja di dunia nyata setelah menempuh perkuliahan di unimus. Kebutuhan akan penanaman akidah, akhlak dan nilai etos/jihad adalah sebuah keniscayaan ketika mereka akan berada di dunia kerja yang sangat heterogen. Disinilah pentingnya pelaksanaan BAPS ini dilaksanakan. Reportase Mamdukh Budiman.

Kuliah Umum Awali Program Mentoring AIK Mahasiswa Baru

WR III Unimus Drs Samsudi Rahardjo, MM, MT membuka acara kuliah umum AIK

Semarang │UNIMUS (21/09/2017) Sebanyak 1.540 mahasiswa baru dari 22 program studi di Universitas Muhamadiyah Semarang (Unimus) mengikuti kuliah umum tentang Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) yang disampaikan oleh Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Propinsi Jateng Drs. H.M. Tafsir., M.Ag. Selain ketua PWM Jawa Tengah Ketua Lembaga Studi Islam dan Kemuhammadiyahan (LSIK) Unimus Rokhmat Suprapto SAg MSi ikut pula mengisi acara kuliah umum. Kuliah umum AIK dibuka oleh WR III Unimus Drs Samsudi Rahardjo, MM, MT. Diungkapkan oleh ketua Lembaga Islam dan Kemuhammadiyahan (LSIK) Unimus Drs. Rohmat Suprapto, M.Si bahwa kuliah umum merupakan pembukaan program mentoring yang akan di selenggarakan bagi mahasiswa baru proram reguler pada semester 1. “Kegiatan mentoring AIK tahun 2017 akan dilaksanakan di hari Sabtu pagi selama 14 kali pertemuan dengan melibatan 85 mentor yang sudah dilatih. Mahasiswa baru akan berkelompok 15-20 orang untuk berdiskusi tentang Al Islam dan Kemuhammadiyahan, belajar baca tulis Al Quran dengan didampingi mentor yang sudah dilatih” papar ketua LSIK Unimus.

Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Propinsi Jateng Drs. H.M. Tafsir., M.Ag menyampaikan kuliah umum

Saat memberi Kuliah Umum AIK di masjid Attaqwa kampus Unimus, Rabu (20/09/2017) ketua PWM Jawa Tengah menyatakan mahasiswa harus bisa memenangi persaingan yang ada. Drs. Tafsir mengungkapkan bahwa dengan belajar di tempat yang tepat yang mengedepankan keutamaan akhlak maka akan mendukung agar generasi muda jelas masa depannya, menjadi manusia yang unggul dan menjadi manusia yang mulia. “Sangat sedikit anak muda yang punya kepastian masa depan, mereka tidak atau belum bisa tahu seperti apa masa depan mereka nantinya. Generasi muda sekarang menjalani persaingan hidup ketat di antaranya mereka harus berebut pekerjaan dimana ribuan orang mendaftar sedang yang diterima hanya beberapa orang saja. Untuk itu anak muda wajib menjadi generasi yang unggul untuk bisa memenangkan persaingan dan mendapat kepastian masa depan mereka” ujar Tafsir.

Lebih lanjut Ketua PWM Jateng ini menyatakan kemerosotan moral belakangan ini semakin banyak terjadi. Semuanya bisa diatasi hanya dengan pengamalan agama, pendidikan karakter dan moral harus dijalani anak-anak muda. “Organisasi Muhammadiyah didirikan atas sejumlah dasar filosofis di antaranya hidup harus bertauhid, manusia harus hidup bermasyarakat dan berjuang adalah kewajiba muslim. Anak muda juga harus menjalankan kehidupan keagamaannya sekaligus kehidupan bermasyarakat secara bersama sama secara baik. Generasi muda dituntut untuk selalu belajar dengan benar karena belajar adalah bagian dari berjihad / berjuang sebagai khalifatullah” ujar Tafsir. Mengikuti kegiatan kuliah umum ini diharapkan menjadi dasar pemahaman awal tentang AIK sebagai pijakan awal untuk menjalani program mentoring. Program mentoring AIK sudah dilaksanakan yang sejak tahun 2012 diharapkan dapat mendukung visi Unimus dalam menghasilkan lulusan yang unggul beriman dan bertaqwa.